Kesaksian Kesembuhan
Saya mau bersaksi atas kesembuhan cucu saya yang telah disembuhkan oleh Tuhan secara ajaib. Cucu saya pada usia 38 hari terkena penyakit yg tdk ketahui penyebabnya sehingga hrs dirawat di ICCU.

Dgn berbagai peralatan spt : transfusi darah,oksigen,kateter dll. Kami semua takut, cemas. Kami berdoa, membaca firman terus menerus. Pd hari kedua malam saya masuk ke ruang ICCU dgn membawa kitab suci dan minyak urapan yg saya usapkan pada kepalanya. Keesokan paginya saya membawa acara kebaktian di kantor dan minta pada teman-teman utk ikut mendoakan cucu yg rencananya akan dioperasi pd siang hari. Saya percaya Tuhan pasti sedang menjamah dan memulihkan cucu saya dan Puji Tuhan dokter nyatakan tdk jadi operasi. Hingga hari ini dlm keadaan sehat dan gemuk, meskipun dokter katakan bahwa bila sembuh akan mengalami lumpuh atau kurang pendengaran. Ternyata Tuhan nyatakan sembuh total, karena Tuhan adalah tabib yang ajaib. Percayakan segala sesuatu pada kuasa Tuhan dan selalu setia padaNYA. Baca Selengkapnya...
Labels: 0 comments |
Milikilah Roh Menimbang Supaya Jangan Terseret Arus Yang Salah Renungan
Amsal 1 : 1-7 (ayat 5) “ baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang bepengertian memperoleh bahan pertimbangan.”

Kita perlu memiliki Roh Menimbang, supaya tau betul apa yang menjadi kehendak Allah dalam hidup kita dan mana yang bukan kehendakNya. Tidak hanya ikut arus saja!

Roh menimbang kita perlukan dalam :

1. Menimbang perkataan orang lain.
Seringkali kita begitu yakin bahwa apa yang diucapkan teman kita / saudara kita / gembala kita / orang yang kita percaya pasti benar, tetapi tidak ada salahnya kita belajar menimbang perkataan orang lain, bagaimanapun hanya Tuhan yang tidak pernah salah, manusia tetap tidak akan luput dari kesalahan, jadi saringlah dulu apa yang anda dengar, terutama kalau anda kemudian membagikannya pada orang lain juga. Bukan berarti menyuruh anda selalu curiga atau lebih parah lagi menolak semua perkataan orang yang tidak sesuai dengan prinsip anda. Sekali lagi, timbanglah dengan hikmat dari Tuhan !

2. Menyikapi ramalan atau kepercayaan lain yang sepertinya benar adanya.
Saya menyebutnya promosi iblis, iblis perlu show off untuk menarik perhatian manusia dan menunjukkan bahwa ia tak kalah hebat dari Tuhan. Jadi jangan kagum pada demonstrasi kehebatan iblis.

3. Pengambilan keputusan dalam berbagai hal kehidupan. (bisnis, pasangan hidup, pergaulan, dll)
Seringkali manusia jatuh dalam masalah besar karena kurang roh menimbang dalam mengambil keputusan, tapi alih-alih mengakui kesalahannya sendiri manusia lebih suka menghibur diri sendiri dengan meyakini bahwa itu memang atas seijin Tuhan. Sebetulnya kurang pas kalau dibilang seijin Tuhan, yang benar adalah Tuhan sebetulnya tidak mengijinkan, tapi Tuhan juga tidak mau memaksakan kehendakNya, jadi dikembalikanNya keputusan ke tangan manusia dengan catatan “resiko ditanggung penumpang”.

Untuk memiliki Roh Menimbang yang kuat ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan :

1. Pengertian akan Firman Tuhan yang benar, sehingga kita tidak mudah terpengaruh. ( Sering berdoa dan baca firman)

2. Mendengar Suara Tuhan sesering mungkin, dalam arti memiliki komunikasi yang sangat akrab dengan Tuhan sehingga kita betul-betul mengenal stylenya Tuhan. (Iman datangnya dari pendengaran akan firman Tuhan). Tidak semua suara dari Tuhan !

3. Memiliki Hikmat yang dari Tuhan.
Baca Selengkapnya...
Labels: 1 comments |
Indahnya Perubahan Buruknya Perubahan Renungan
Luk 12:54-56 Yesus berkata pula ..: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. …, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?

Perubahan bukanlah sesuatu yang menyenangkan, tetapi sangat menarik sekali bahwa Tuhan mengharapkan kita bisa mengantisipasi PERUBAHAN. SEtiap kita dipanggil TUHAN untuk maksud dan tujuan yang indah, tapi sayang sekali kita sering tidak melihatnya.

Pak boy..tetangga rumah sekaligus tetangga kantor sambil bercanda mengeluh kepalanya pusing karena mendengar suara palu, gergaji, mesin bor dan gerinda dari ruko saya. Diruko saya memang sedang ada kesibukkan merenovasi bangunan. Aktivitas perbaikan terjadi di setiap lantai ruko kami yang terdiri dari 2,5 lantai.

Tapi disisi lain kami yang ada diruko sedang mengalami kegairahan yang luar biasa dari aktivitas perubahan ruko tersebut. Rasa senang bukan hanya menimpa kami suami istri tapi juga membuat anak kami yang berumur 5 tahun gembira sekali. Meskipun tidur siangnya harus terganggu oleh ketuk palu dia tetap ceria dan berteriak gembira membayangkan akan adanya tempat bermain yang baru baginya. Pembantu serta tukang cuci baju yang datang harian pun ikut senang membayangkan tempat mereka bekerja akan lebih baik dan lebih nyaman lagi. Mereka bersukacita karena area jemuran dibuat lebih besar serta tertutup atap sehingga tidak kehujanan lagi. Yang paling bahagia tentu istri saya, setiap hari dia tersenyum terus membayangkan semua perubahan yang akan terjadi.

Tapi sayang kebahagian itu tidak ikut menular ke tetangga kami. Mereka hanya berharap perubahan yang terjadi dirumah kami cepat selesai sehingga mereka tidak terganggu lagi dengan kegaduhan yang ada. Perbedaannya mungkin sederhana saja, mereka mengeluh karena mereka tidak melihat perubahan tersebut memberi manfaat bagi mereka bahasa kerennya “..gak ada untungnya buat saya ..“. Sementara kami sekeluarga memiliki arah ( visi ) semua kegaduhan ini akan bermuara. Dua minggu waktu yang cukup lama bagi tetangga kami tetapi rasanya begitu singkat bagi kami yang ada didalamnya.

Dari kejadian diatas saya belajar untuk selalu bisa membaca arah perubahan. Perubahan bisa terjadi karena suatu aktivitas nyata dari kita sebagai the agent of change atau aktivitas orang lain yang berperilaku sebagai agent of change. Jika diri kita sebagai pelaku perubahan sudah pasti kita mengetahui arah perubahan sehingga kita dapat mengantisipasi kegaduhan yang ditimbulkan oleh perubahan tersebut. Tapi jika perubahan merupakan kreasi orang lain seringkali kita tidak siap ketika mengalami kegaduhan hasil proses perubahan yang ada. Reaksi kita umumnya marah dan kesal karena merasa terganggu atau dirugikan oleh kegaduhan itu. Seringkali kita jadi korban perubahan yang terjadi disekitar kita.

Pelajaran yang berharga adalah kita harus dapat melihat visi atau arah yang diharapkan oleh the agent of change sehingga kita juga dapat mengantisipasi ekses perubahan yang ada. Tuhan Yesus datang tidak untuk membawa damai tetapi membawa pertentangan (luk 12: 50-53).

Pertentangan timbul karena reaksi yang berbeda dari suatu komunitas terhadap suatu perubahan dilingkungan mereka. Tuhan Yesus adalah faktor utama yang membawa perubahan dalam hidup kita orang percaya. Ketika RUMAH HATI kita telah menjadi miliknya, DIA memiliki visi untuk membuat RUMAH kita menjadi segambar dengan HarapanNYA. Oleh karena itu setiap hari Yesus membobok dinding hati kita yang keras yang menghalangi tamu Firman Tuhan masuk dalam kamar kita. Pintu-pintu hati juga diperluas dan diperindah, Jendela mata hati kita juga dibuat lebih baik karena harus sanggup menerima sinar MATAHARI surga masuk ke dalam RUMAH. Lantai hati yang bobrok dan amblas ditimbun dengan tanah yang gembur dan dicor dengan fondasi Firman Tuhan yang baru. Tiang-tiang Pikiran (Mind set ) yang mirip dunia dirobohkan dan diganti dengan tiang Firman Tuhan. Dinding GAmbar Diri yang rusak juga diperbaiki, diplester dengan semen kasih dan penerimaan serta didempul dengan sukacita. Cat Rumah yang kusam dan dekil diganti dengan cat pastel BUAH ROH yang indah.

Sayang semua perubahan itu tidak dirasakan baik oleh kita sebagai penghuni rumah tersebut. Kita menangis karena tidak tahan dengan pukulan palu godam yang menghancurkan hati kita yang keras. Kita seringkali tidak melihat arah yang Tuhan mau dalam perubahan ini.

Mari kita belajar untuk melihat arah perubahan jaman ini, supaya kita tidak tertinggal dalam perlombaan iman ini.
Baca Selengkapnya...
Labels: 0 comments |
Kita Sedang Berperang Kawan!!! Karena Itu Jangan Engkau Lengah Renungan
“Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis” Efesus 6:11

Raja Saul terkenal mengalahkan beribu-ribu musuh tetapi Raja Daud mengalahkan berlaksa-laksa musuh. Kita tahu bahwa Daud yang gagah perkasa itu ”kalah” bukan ketika dia sedang berperang tapi ketika dia sedang santai di loteng istananya.

Ketika kita sadar bahwa kita sedang berperang maka kita akan senantiasa “waspada” bukan ? Ayat diatas mengatakan “…supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis” Iblis senantiasa mengintai kita, menunggu saat-saat kita lengah. Ketika Iblis gagal memperdaya Tuhan Yesus saat pencobaan di padang gurun, iblis tetap menunggu untuk menyerang lagi, seperti dikatakan di Markus 4:13 sbb: “ Sesudah iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.” . Bayangin Tuhan Yesus dilawan ???!!!!! Gila bener iblis itu ya….!! Tetapi konyolnya, seringkali kita tidak sadar kalau kita sedang berperang. Kita sibuk untuk hidup, berjuang untuk hidup atau menikmati hidup. Bekerja, belajar, melamun, berpikir, berkeinginan bahkan berbuat yang tanpa tujuan yang selaras dengan apa yang Tuhan mau.

Ketika engkau tidak waspada maka Haleluya-mu akan berganti menjadi Hale-lupa. Lupa menjaga untuk hidup didalam kekudusan, lupa untuk tetap rendah hati, lupa untuk meninggikan Tuhan daripada meninggikan diri kita yang dipakai Tuhan, lupa untuk senantiasa mencari hadirat Allah disaat apapun juga, dan lupa-lupa yang lainnya.
Seekor monyet diatas pohon kelapa yang tinggi tidak akan jatuh ketika ada angin yang keras meniup pohon itu, karena si monyet akan berpegangan erat-erat dengan kedua tangan dan kakinya. Tetapi si monyet akan jatuh oleh angin yang sepoi-sepoi, angin yang lembut, sehingga si monyet dibuat lengah, dibuat mengantuk dan …. buumm..!! Jatuhlah si monyet tersebut.

“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasaNya.” (Efesus 6:10). Kita sedang berperang kawan !!!
Baca Selengkapnya...
Labels: 0 comments |