Puji dan Janji 4
Selasa, 13 Januari 2009

Umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, ... Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti rencananya sendiri!
[ Mazmur 81:12, 13 ]

(Yesus berkata) Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.
[ Lukas 15:7 ]

Bacaan Alkitab: Yosua 3:9-17; Lukas 5:1-11

Sumber: Puji dan Janji 2009

Baca Selengkapnya...
Labels: 0 comments |
Aku datang untuk orang berdosa, bukan untuk orang saleh
Aku datang untuk orang berdosa, bukan untuk orang saleh
Hos 6:3-6; Rm 4:18-25; Mat 9:9-13

Apakah Anda pernah berdosa?? Berapa kali sehari? 3 kali sehari, atau malah lebih?? Hari ini Yesus memanggil Matius, si pemungut cukai, menjadi pengikut-Nya. Yesus tidak segan-segan untuk makan bersama dengan para pendosa dan pemungut cukai. Tindakan Yesus itu dinilai merendahkan martabat para rabi dan ahli Taurat dari Kaum Farisi, karena mereka biasanya menghindar untuk makan bersama dengan orang yang mereka anggap berdosa.

“Dosa” menurut kaum Farisi dan ahli Taurat adalah tidak mentaati hukum dan adat istiadat keagamaan Yahudi. Orang yang dapat mentaati hukum itu adalah kalangan terbatas: para rabi, sementara umat tidak mungkin melaksanakan karena keterbatasan pengetahuan ataupun keuangan (untuk biaya membeli bahan persembahan di kenisah sesuai dengan aturan). Mereka membuat aturan dari mencuci tangan dan kaki sebelum makan, sampai soal penghormatan mutlak terhadap Hukum Sabat dengan tidak berbuat apapun juga. Pemungut cukai dianggap orang pendosa berat karena memang kerap kali menarik cukai di luar kewajaran. Namun mengapa Yesus memanggil Matius? Yesus mau menjungkirbalikkan jalan pikiran orang Farisi dan ahli Taurat yang beranggapan bahwa mereka dapat menyelamatkan diri sendiri dari hukuman kekal dengan usahanya sendiri berbuat baik, yakni ketaatan terhadap hukum Taurat dan adat istiadat Yahudi. Jadi orang yang tidak taat akan mengalami kebinasaan.

Sikap Yesus yang mau makan bersama dengan orang pendosa dan pemungut cuka mengubah radikal jalan pikiran “keselamatan” itu. Keselamatan bukan melulu diusahakan manusia melainkan pertama-tama karunia Allah yang serta merta cuma-cuma. Allah berinisiatif memanggil orang berdosa untuk kembali menjadi anak-Nya. Keselamatan itu buah kasih Allah yang maharahim. Karena itu, yang dimohon dari pihak manusia bukanlah kesombongan: merasa diri menjadi orang saleh, tetapi justru pengakuan sebagai orang berdosa. Bagaikan sebuah botol berisi air keruh, mustahil dapat diisi air jernih kalau tidak dikeluarkan dulu, demikian juga, hati manusia tidak mungkin dimurnikan kalau manusia tidak terbuka untuk dibersihkan hatinya oleh Allah.

Siapakah kita? Kita akan menjadi orang yang mengaku diri yang sakit dan berdosa dan mohon pengampunan, atau mengaku diri orang yang merasa sehat dan saleh sehingga tidak lagi membutuhkan Yesus?

Sumber: http://www.pondokrenungan.com
Baca Selengkapnya...
Labels: 0 comments |
Puji dan Janji 3
Senin, 12 Januari 2009

Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?
[ Yesaya 50:9 ]

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
[ Roma 8:1 ]

Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 10:37-48; Lukas 4:38-44

Sumber: Puji dan Janji 2009

Baca Selengkapnya...
Labels: 0 comments |
10 menit dari Tuhan yang menyelamatkanku
10 menit dari Tuhan yang menyelamatkanku

saya hari ini benar-benar beruntung dan bersyukur kepada Tuhan atas keselamatan yang diberikan kepada saya, sehingga saya terhindar dari ledakan bom.

Saya berangkat dari rumah sekitar pukul 08.05 WIB, dan saya menyempatkan diri untuk membayar listrik di PLN Cilangkap-CImanggis.

Saya lalu melanjutkan perjalanan dengan melewati Jl. TB Simatupang, ketika sampai di perempatan Ragunan, saya sempat ragu mau lewat mana, kemudian saya memutuskan untuk melewati Warung Buncit, Mampang, dan masuk ke Jl. HR Rasuna Said dengan harapan keadaan jalan yang tidak begitu macet.

Karena panas Jakarta yang sangat panas, saya menyempatkan diri untuk minum teh botol di sebuah warung di depan Sentra Mulia (Markas ANTEVE) atau persisnya di seberang Stadion Kuningan Brojonegoro dan Kedubes Australia. Saya biasanya menghabiskan teh botol yang saya beli, namun karena saya merasa sudah kesiangan (saya sempat melihat jam sekitar pukul 10 lewat 30 menit (jam digital saya kecepatan 10 menit-kebiasaan buruk biar tidak terlambat ke kantor), itu berarti jam 10:20. Selesai membayar, saya melanjutkan perjalanan ke kantor. Ketika saya belok ke kiri menuju Sudirman dengan melewati Hotel Regent dan Landmark, saya merasa ada suara ledakan, saya kira itu adalah ban meletus atau yang lainnya, saya tidak sempat berpikir bahwa itu adalah ledakan bom.

Ketika sampai di kantor, saya kemudian mendengar dari teman-teman, bahwa terjadi ledakan di Sentra Mulia...lha kan saya jadi bingung, lhawong tadi saya malah minum teh botol di depan sentra mulia... ternyata setelah itu saya tahu kabar bahwa yang ledakan di depan kedubes australi sekitar jam sebelasan... sambil tidak percaya, saya kemudian mencari info kepastian jam meladak..dan saya membuka detik.com yang tertera jam ledakan adalah sekitar 10.30. saya cuma diam...berpikir...ajaib karena saya masih bisa hidup...ternyata selisih 10 menit itu adalah sangat berharga...bayangkan kalau saya beristirahat terlalu lama...paling tidak...telinga saya bisa tuli karena ledakan.

Sekali lagi... Terima kasih kepada Tuhan...

Sumber: http://www.pondokrenungan.com
Baca Selengkapnya...
Labels: 0 comments |